Posted by: Ine Septya | June 8, 2010

Kezuhudan Sayyidah Fatimah as

Diriwayat lain juga dikatakan, suatu hari Salman Al-Farisi melihat Sayyidah Fatimah as memakai cadar yang sederhana, penuh jahitan dan terbuat dari kulit pohon kurma hendak pergi menjenguk ayahnya. Salman sangat terkejut dan sambil menangis ia berkata, “Kami sangat bersedih! Putri-putri raja Persia dan Romawi duduk di atas kursi-kursi yang terbuat dari emas….

———-
Kezuhudan Sayyidah Fatimah as

Alam Firdaus

Rasulullah saw pernah bersabda kepada Sayyidah Fatimah as, “Putriku! Ayahmu dan suamimu bukanlah orang yang miskin. Allah SWT telah memberikan kepadaku semua tanah yang mengandung emas dan perak, tetapi aku memilih sesuatu yang abadi di sisi Allah swt. Putriku! Aku berkata seperti ini supaya kamu tahu bahwa ayahmu mengetahui hakekat dunia. Ketahuilah bahwa kamu juga akan berpaling dari dunia”.

Sebelum memasuki pembahasan tentang kezuhudan Sayyidah Fatimah as dalam menjalani kehidupan, kita harus mengetahui terlebih dahulu makna kezuhudan itu sendiri. Makna kezuhudan dalam Alquran adalah sebagai berikut, “Supaya kalian tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kalian dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian.”

Sayyidah Fatimah as adalah seorang wanita yang sangat sederhana dan sama sekali tidak tertarik dengan keindahan dunia. Beliau selalu mencari keridhaan Allah swt karena keridhaan-Nya merupakan kenikmatan yang paling tinggi. Bentuk kerelaan Allah swt untuk hamba-hamba-Nya bukanlah dunia yang hina dan fana ini, akan tetapi alam akhirat yang mulia dan abadi. Sebagaimana Allah swt dalam surat Al-Anfal 67 berfirman, “Kamu menghendaki harta benda duniawi sedangkan Allah swt menghendaki (pahala) akhirat (untukmu).” Read More…

Posted by: Ine Septya | May 22, 2010

One Day in My Life

Suatu ketika, aku terbaring lemah di tempat tidur. Entahlah, penyakit ini karena ujian atau karena semua dosa yang telah aku  tumpuk. Dan ketika hari itu tiba, aku merasa gelap. Malaikat maut datang menjemputku dan berkata: “Mari ikut kami, waktu anda telah tiba untuk menghadap Allah”. Dan aku yang tak punya bekal apa-apa berkata dengan uraian air mata: “Wahai Tuan, jangan bawa aku menghadap-Nya. Hidupku begitu miskin, aku tak punya bekal secuilpun untuk menghadap Sang Raja alam semesta.”

Sang Malaikat maut menjawab: “Maaf, ini sudah ketentuan, Kami harus membawamu menghadap Allah Swt.” Dan dengan ketidakberdayaanku, aku ikut bersamanya. Ketika tiba di hadapan Raja Alam Semesta, akupun tersungkur bersujud dihadapan-Nya: “Tuhanku Yang Maha Suci, Pemilik Segalanya, Kembalikanlah aku kepada alamku, bekal apakah yang akan kubawa menghadap-Mu? Hidupku kuhiasi dengan dosa-dosa besar. Zina kujalankan! Harta selalu kutumpuk-tumpuk. Kewajiban terhadap-Mu kulupakan tanpa pernah merasa bersalah. Kunikmati dunia fana ini dengan berfoya-foya. Qur’an pun tak pernah kubuka sekalipun. Hidupku kuhabiskan dengan kesia-siaan. Tolong kembalikan aku ke alamku…” Suaraku dengan menangis meraung-raung.

Sang Raja hanya berkata: ” Maaf, waktu anda telah habis. Saatnya Aku ingin pertanggungjawabanmu”…..

ا

Posted by: Ine Septya | May 12, 2010

Suci Sekeping hatiby Saujana

Posted by: Ine Septya | May 10, 2010

Penantian

Sudah lama tak pernah menuliskan coretan di blog pribadi ini, dikarenakan kesibukan di rumah. Disamping itu yang terutama adalah kerasnya hati membuat saya tak pernah bisa untuk mencoretkan ketikan di blog penyemangat hidupku ini. Kehidupan sebagai ibu rumah tangga, terkadang membuat hati saya bimbang, bagaimanakah kehidupan saya di hari tua? Bergaul dengan orang-orang yang 99 persen selalu mengorientasikan dunia sebagai penunjang hidup, membuat saya seperti terombang ambing di lautan lepas. Begitu banyak manusia disekeliling ketakutan untuk hari tua tanpa tunjangan. Entahlah kenapa semua berorientasi pada materi? Mungkin hanya Read More…

Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Di Balik Merdunya Nyanyian dan Indahnya Lukisan

Penulis: Ummu Asma’

Siapa yang suka menyanyi atau menggambar? Atau siapa yang suka mendengarkan musik? Mungkin ada banyak orang akan menjawab “Saya!” Ketiga kegiatan tersebut menurut sebagian besar orang bagaikan garam dalam masakan. Banyak orang mengatakan dengan mendengarkan musik atau menggambar akan menjadikan hati yang sedih menjadi terhibur. Namun maukah kalian, wahai saudariku, melihat apa yang Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perbuat terhadapnya? Jika memang kita mengaku sebagai hamba Allah serta pengikut Rasulullah yang setia, hendaknya kita memperhatikan masalah ini dengan sungguh-sungguh.
Dibalik Merdunya Nyanyian dan Musik

Mungkin ada di antara kita yang pernah mendengar bahwa Islam melarang adanya musik dan gambar. Padahal telah kita ketahui bahwa sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya pasti memiliki banyak keburukan bagi manusia.

Allah Ta’ala berfirman, “Dan di antara manusia ada yang mempergunakan perkataan (suara) yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.” (QS. Luqman: 6)

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata tentang ayat ini, “Al-Lahwu (suara) di sini adalah lagu (ghina‘).” Pendapat yang sama juga dikeluarkan oleh Ikrimah, Mujahid, al-Hasan, Sa’id bin Zubair, Qatadah dan Ibrahim rahimakumullah yang menyatakan bahwa yang dimaksud al-lahwu adalah lagu. Hasan Al-Basri berkata bahwa ayat tersebut turun untuk menjelaskan tentang nyanyian dan seruling. Read More…

Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Antibiotik untuk Balita

Pada waktu anak saya, Habibie, berumur 0-18 bulan, seringkali mudah terserang penyakit flu dan batuk. Setiap sakit itu saya ke bawa ke dokter dan alhasil pastilah diberi obat flu, batuk dan yang tak lupa “obat antibiotik’!. Saya sebenarnya bertanya-tanya, mengapakah obat antibiotik selalu diikut sertakan? Bukankah penggunaan obat antibiotik justru akan membuat virus semakin kebal? Terus terang Saya khawatir dengan penggunaan obat antibiotik terhadap anak saya.

Antibiotik, merupakan jalan menuju resistensi. Setiap anak di dalam tubuhnya memiliki bakteri baik dan bakteri jahat. Di dalam koloni tersebut terdapat bakteri yang mempunyai kemampuan alami untuk kebal terhadap beberapa antibiotik, kuman yang rentan terhadap antibiotik tersebut mati tetapi menyisakan tempat bagi mikroba kebal obatuntuk berkembang biak dan menjadi dominan. Proses tersebut akan berulang apabila anak tidak menghabiskan obat antibiotiknya dan bakteri terkuat akan bertahan hidup. Read More…

Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Ramadhan

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagi kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan bagi orang-orang sebelummu, agar kamu bertakwa" [Al Baqarah:183]

Ramadhan telah tiba dan diwajibkan untuk kaum muslimin berpuasa sebulan penuh. Sungguh suatu anugerah yang teramat besar bagi kita bisa menjumpai bulan puasa kembali. Berapa banyak orang yang tidak bisa berjumpa kembali dengan bulan ini. Syukurilah jika anda masih berjumpa dengan indahnya Ramadhan. Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi puasa juga meliputi hati dan pikiran.  Puasa hati berarti membersihkan hati dari segala penyakit hati termasuk diantaranya iri, dengki,khianat, berbohong,cinta akan dunia, cinta makanan, tamak,  berprasangka buruk kepada orang lain dan membicarakan aib orang lain. Bila kita bisa membersihkan hati, berarti otak kita akan bersih pula. Bersih dari hal-hal buruk yang disebarkan dari dalam hati.Marilah kita sama-sama berpuasa dengan bersungguh-sungguh. Sungguh, jika anda melebur dengan khidmat bersama bulan suci dan sungguh-sungguh mengharapkan ampunannya, niscaya Ramadhan terasa begitu indah untuk dilewatkan.

Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Memilih Pemimpin

Menjelang pemilihan presiden 2009 ini, jujur saja saya semakin bingung untuk menentukan pilihan. Bukan karena calonnya tidak berkualitas. Tetapi mungkin karena memang belum pas di hati saya. Saya sebenarnya mempunyai kriteria calon pemimpin idaman, tetapi yang jadi perkara apakah masih ada kriteria itu? Saya pribadi merindukan sosok pemimpin yang seperti Baginda Rasulullah Saw. Sosok pemimpin yang bagi saya benar-benar menjadi teladan. Jujur dalam berbicara, jauh dari kemewahan, tidak marah kepada orang yang menghinanya, taat menjalankan perintah-Nya, dan membela kaum yang lemah.

Kalau Golput dikategorikan haram, bagaimanakah pertanggungjawaban saya nanti di akhirat bila saya salah memilih? Diri seseorang hanya Tuhan yang tahu. Manusia tak pernah bisa menyelami dalamnya hati manusia lain. Apakah saya tahu dengan sungguh-sungguh keseharian calon pemimpin saya nanti?  Entahlah, yang jelas ada kebimbangan dalam menentukan pilihan.

Kalau boleh jujur, Nabi Muhammad Saw. yang seorang pemimpin besar, tak pernah menonjolkan kebaikan diri sendiri. Dan ketika Beliau dihina dan dicaci maki, beliau hanya diam. Saya tidak muluk-muluk dalam memilih seorang pemimpin, adakah yang seperti ini?

Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Wasiat Para Saidina

Saidina Ali berkata: “Wahai manusia, jagalah wasiatku. Jika kamu memegangnya erat-erat dengan segala kesiapan sehingga kamu dapat melaksanakannya, kamu tidak akan dapat keuntungan yang lebih besar darinya. Wasiat itu adalah :

1.Hendaklah kamu tidak berharap kecuali kepada Tuhanmu.

2.Hendaklah kamu tidak takut kecuali kepada dosa-dosamu.

3.Hendaklah kamu tidak malu untuk belajar jika tidak tahu.

Saidina Umar bin Al-Khatab r.a. berkata :

· Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.

· Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.

· Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya.

· Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.

Saidina Othman Ibnu Affan r.a. berkata : Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:

· Hatinya selalu berniat suci

· Lidahnya selalu basah dengan zikrullah

· Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)

· Segala perkara dihadapainya dengan sabar dan tabah

· Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.

Saidina Ali r.a berkata :

· Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu’.

· Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.

· Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.

· Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’ (memelihara diri & hati-hati dari dosa).

· Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi.

· Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki.

· Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan.

Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Mari Merenung Sejenak

Jauh di lubuk hati, saya sangat heran melihat begitu banyak orang muslim terutama diri saya sendiri;yang notabene memeluk Islam sejak lahir hingga dewasa tanpa ada yang menentang sedikitpun; tetapi begitu bermalas-malasan untuk mengerjakan shalat dan ibadah-ibadah lainnya. Padahal kalau mau sedikit melongok keluar, betapa banyak orang-orang muslim yang kesulitan untuk melaksanakan ibadah. Apalagi bila ia seorang muallaf yang hidup di tengah-tengah keluarga yang non muslim plus menentang kepindahannya ke Islam. Saya sungguh tidak dapat membayangkan betapa berat perjuangan yang mesti mereka lalui. Begitu pula dengan orang-orang yang hidup di negeri seberang yang mayoritas penduduknya non muslim, berapa banyak diantara mereka yang dilarang untuk mengerjakan kewajiban shalat.  Dan juga orang-orang yang dianugerahi bentuk fisik yang tidak sempurna ataupun dianugerahi sakit yang membuatnya tidak dapat shalat sebagaimana normalnya orang shalat. Sungguh, saya tidak sanggup bahkan membayangkan sekalipun bila saya berada di posisi mereka.

Betapa perjuangan mereka begitu besar untuk menjumpai Sang Kekasih. Sedangkan saya, yang notabene ada di lingkungan yang merdeka, di anugerahi fisik sempurna tanpa cacat , tanpa penyakit sedikitpun, seringkali menjalankan perjumpaan saya dengan Sang Kekasih dengan rasa hambar tanpa makna. Bahkan saya memiliki ilmu yang sangat sangat sedikit mengenai Islam. Saya heran sekali, Islam ini mengatur segala kehidupan manusia sampai hal-hal yangpaling kecil, tetapi mengapakah saya dan begitu banyak orang lainnya hanya mengetahui kulitnya saja. Bahkan hal-hal terkecil yang dilarang dalam Islampun, masih banyak yang mempraktekkannya. Ya Allah, seringkali hamba-Mu ini berfikir, begitu besar cinta-Mu untukku, tetapi betapa aku ini menjadi seorang pengkhianat sejati! Ketika dunia Kau berikan kepada-Ku, mengapa Engkau semakin jauh, tetapi jika Kau berikan aku ketidaknikmatan, akankah aku sanggup menjalaninya? Mengapakah aku selalu menjadi hamba yang ingkar? Datanglah Kekasih, Genggam erat tanganku, dan jangan Pernah Kau lepaskan aku meski sesaat…

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.