Posted by: Ine Septya | November 3, 2009

Antibiotik untuk Balita

Pada waktu anak saya, Habibie, berumur 0-18 bulan, seringkali mudah terserang penyakit flu dan batuk. Setiap sakit itu saya ke bawa ke dokter dan alhasil pastilah diberi obat flu, batuk dan yang tak lupa “obat antibiotik’!. Saya sebenarnya bertanya-tanya, mengapakah obat antibiotik selalu diikut sertakan? Bukankah penggunaan obat antibiotik justru akan membuat virus semakin kebal? Terus terang Saya khawatir dengan penggunaan obat antibiotik terhadap anak saya.

Antibiotik, merupakan jalan menuju resistensi. Setiap anak di dalam tubuhnya memiliki bakteri baik dan bakteri jahat. Di dalam koloni tersebut terdapat bakteri yang mempunyai kemampuan alami untuk kebal terhadap beberapa antibiotik, kuman yang rentan terhadap antibiotik tersebut mati tetapi menyisakan tempat bagi mikroba kebal obatuntuk berkembang biak dan menjadi dominan. Proses tersebut akan berulang apabila anak tidak menghabiskan obat antibiotiknya dan bakteri terkuat akan bertahan hidup.

Ketika populasi bakteri resisten pada tubuh anak semakin membengkak, tidak lantas anak anda pasti terserang penyakit. Bakteri baru bisa saja hidup damai dan membentuk koloni di dalam tubuh atau hilang seiring waktu. Salah satu misteri terbesar dunia kedokteran adalah mengapa infeks bakteri dijumpai pada kasus tertentu dan tidak nampak pada kasus lain. Mungkin itu semua bergantung pada banyak faktor, seperti kekuatan dan jumlah bakteri, serta sistem kekebalan tubuh anak.

Meskipun anak tidak menunjukkan gejala penyakit, dia masih bisa menularkan bakteri resisten tersebut pada orang lain. Karena itu, anak yang belum pernah mendaat antibiotik sekalipun bisa terinfeksi bakteri kebal obat. “Anak-anak di tempat penitipan lebih mudah berbagi kuman daripada berbagi mainan.”kata Sarah Long,MD, dokter anak spesialis penyakit infeksi pada St.Christopher’s Hospital for Children, Philadelphia.

Anak merupakan kunci perkembangan bakteri resisten, bukan hanya karena mereka mudah menyebarka kuman tetapi karena mereka mendapatkan antibiotik lebih banyak dari orang dewasa. Kebanyakan penyakit anak disebabkan oleh virus dan tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Antibiotik digunakan untuk pengobatan bakteri. Bila anak terserang demam, jangan sampai meminta antibiotik pada dokter, karena hal ini akan menyebabkan  bahaya.

Terkadang sebagai orang tua, yang dipikirkan ketika anak sakit hanyalah membawa ke dokter dan cepat sembuh. Jika antibiotik bisa mempercepat kesembuhan, pastilah langsung kita ambil. Namun sebagai orang tua yang bijak, marilah dipikirkan juga dampak yang terjadi akibat penggunaan obat antibiotik tersebut.

Sumber: Majalah Parents Indonesia, dengan perubahan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.