Suatu ketika, aku terbaring lemah di tempat tidur. Entahlah, penyakit ini karena ujian atau karena semua dosa yang telah aku tumpuk. Dan ketika hari itu tiba, aku merasa gelap. Malaikat maut datang menjemputku dan berkata: “Mari ikut kami, waktu anda telah tiba untuk menghadap Allah”. Dan aku yang tak punya bekal apa-apa berkata dengan uraian air mata: “Wahai Tuan, jangan bawa aku menghadap-Nya. Hidupku begitu miskin, aku tak punya bekal secuilpun untuk menghadap Sang Raja alam semesta.”
Sang Malaikat maut menjawab: “Maaf, ini sudah ketentuan, Kami harus membawamu menghadap Allah Swt.” Dan dengan ketidakberdayaanku, aku ikut bersamanya. Ketika tiba di hadapan Raja Alam Semesta, akupun tersungkur bersujud dihadapan-Nya: “Tuhanku Yang Maha Suci, Pemilik Segalanya, Kembalikanlah aku kepada alamku, bekal apakah yang akan kubawa menghadap-Mu? Hidupku kuhiasi dengan dosa-dosa besar. Zina kujalankan! Harta selalu kutumpuk-tumpuk. Kewajiban terhadap-Mu kulupakan tanpa pernah merasa bersalah. Kunikmati dunia fana ini dengan berfoya-foya. Qur’an pun tak pernah kubuka sekalipun. Hidupku kuhabiskan dengan kesia-siaan. Tolong kembalikan aku ke alamku…” Suaraku dengan menangis meraung-raung.
Sang Raja hanya berkata: ” Maaf, waktu anda telah habis. Saatnya Aku ingin pertanggungjawabanmu”…..
ا